TEKS EKSPLANASI
TEKS
EKSPLANASI
Proyek 1:
Untuk memahami sebuah teks ekspalanasi secara
detil, ada baiknya terlebih dahulu baca dengan saksama contoh teks berisi fenomena alam berikut!
BANJIR
Banjir merupakan fenomena alam
yang biasa terjadi di suatu kawasan yang banyak dialiri oleh aliran sungai.
Secara sederhana, banjir dapat didefinisikan sebagai hadirnya air di suatu
kawasan luas sehingga menutupi permukaan bumi kawasan tersebut. Dalam
pengertian yang luas, banjir dapat diartikan sebagai suatu bagian dari siklus
hidrologi, yaitu pada bagian air di permukaan bumi yang bergerak ke laut. Dalam
siklus hidrologi kita dapat melihat bahwa volume air yang mengalir di permukaan
bumi dominan ditentukan oleh tingkat curah hujan, dan tingkat peresapan air ke
dalam tanah. Air hujan sampai di permukaan bumi dan mengalir di permukaan bumi,
bergerak menuju ke laut dengan membentuk alur-alur sungai. Alur-alur sungai ini
dimulai di daerah yang tertinggi di suatu kawasan, bisa daerah pegunungan,
gunung atau perbukitan, dan berakhir di tepi pantai ketika aliran air masuk ke
laut
Secara sederhana,
segmen aliran sungai itu dapat kita bedakan menjadi daerah hulu, tengah, dan
hilir. Di daerah hulu yang biasanya terdapat di daerah pegunungan, gunung, atau
perbukitan atau perbukitan. Lembah sungai sempit dan potongan melintangnya
berbentuk huruf “V”. Di dalam alur sungai banyak batu yang berukuran besar
(bongkah) dari runtuhan tebing, dan aliran air sungai mengalir di sela-sela
batu-batu tersebut. Air sungai relatif sedikit. Tebing sungai sangat tinggi.
Terjadi erosi pada arah vertikal yang dominan oleh aliran air sungai.
Di daerah tengah,
umumnya merupakan daerah kaki pegunungan, kaki gunung, atau kaki bukit. Alur
sungai melebar dan potongan melintangnya berbentuk huruf “U”. Tebing sungai
tinggi. Terjadi erosi pada arah horizontal, mengerosi batuan induk. Dasar alur
sungai melebar, dan di dasar alur sungai terdapat endapan sungai yang berukuran
butir kasar. Apabila debit air meningkat, aliran air dapat naik dan menutupi
endapan sungai yang di dalam alur, tetapi air sungai tidak melewati tebing
sungai dan keluar dari alur sungai.
Di daerah hilir,
umumnya merupakan daerah dataran. Alur sungai lebar dan bisa sangat lebar
dengan tebing sungai yang relatif sangat rendah dibandingkan lebar alur. Alur
sungai dapat berkelok-kelok seperti huruf “S” yang dikenal sebagai “meander”.
Di kiri dan kanan alur terdapat dataran yang secara teratur akan tergenang oleh
air sungai yang meluap sehingga dikenal sebagai “dataran banjir”. Di segmen ini
terjadi pengendapan di kiri dan kanan alur sungai pada saat banjir yang
menghasilkan dataran banjir. Terjadi erosi horizontal yang mengerosi endapan sungai
itu sendiri yang diendapkan sebelumnya.
Dari penjelasan di atas
dapat disimpulkan bahwa banjir merupakan peristiwa yang terjadi ketika aliran
air yang berlebihan merendam daratan. Banjir juga dapat terjadi di sungai,
ketika alirannya melebihi kapasitas saluran air, terutama di selokan sungai.
Akibatnya, mampu merendam dan merusak jalan raya, jembatan, mobil, bangunan,
sistem selokan bawah tanah, dan kanal. Kerugian dari segi harta dan jiwa
manusia merupakan dampak lain dari terjadinya banjir.
Setelah membaca teks
eksplanasi di atas, dapatlah dijelaskan bahwa teks tersebut terdiri atas tiga
bagian, yakni pernyataan umum, deretan
penjelas, dan interpretasi.
Bagian teks eksplanasi di atas dapat
dirinci sebagai berikut.
No.
|
Bagian
|
Paragraf
|
1
|
Pernyataan Umum
|
1
|
2
|
Deretan Penjelas
|
2,3,4
|
3
|
Interpretasi
|
5
|
Untuk mendalami teks eksplanasi, silakan
Anda pelajari materi berikut!
A.
BAGIAN-BAGIAN
POKOK TEKS EKSPLANASI
Ciri-ciri teks
eksplanasi sebagai berikut.
1. Strukturnya
terdiri atas pernyataan umum (gambaran awal tentang apa yang disampaikan),
deretan penjelas (inti penjelasan apa yang disampaikan), dan interpretasi
(pandangan atau simpulan).
2.
Memuat informasi
berdasarkan fakta (faktual).
3.
Faktualnya
memuat informasi yang bersifat keilmuan, misalnya, tentang sains.
B.
STRUKTUR
TEKS EKSPLANASI
Teks eksplanasi
memiliki struktur baku sebagaimana halnya jenis teks lainnya. Sesuai dengan
karakteristik umum dari isinya, teks eksplanasi dibentuk oleh bagian-bagian
berikut.
1.
Identifikasi fenomena (phenomenon identification), mengidentifikasi
sesuatu yang akan diterangkan. Hal itu bisa terkait dengan fenomena alam,
sosial, budaya, dan fenomenafenomena lainnya.
2.
Penggambaran
rangkaian kejadian (explanation sequence),
memerinci proses kejadian yang relevan dengan fenomena yang diterangkan sebagai
pertanyaan atas bagaimana atau mengapa.
a. Rincian
yang berpola atas pertanyaan “bagaimana” akan melahirkan uraian yang tersusun
secara kronologis ataupun gradual. Dalam hal ini fase-fase kejadiannya disusun
berdasarkan urutan waktu.
b. Rincian
yang berpola atas pertanyaan “mengapa” akan melahirkan uraian yang tersusun
secara kausalitas. Dalam hal ini fase-fase kejadiannya disusun berdasarkan
hubungan sebab akibat.
3. Ulasan
(review), berupa komentar atau
penilaian tentang konsekuensi atas kejadian yang dipaparkan sebelumnya.
Berikut struktur teks eksplanasi :
1. Latar
Belakang Kejadian
2. Kronologis
3. Penyebab
4. Mengomentari
/ Konsekuensi
C. KEBAHASAAN TEKS EKSPLANASI
Berdasarkan kaidah
kebahasaan, secara umum teks eksplanasi sama dengan kaidah pada teks prosedur.
Sebagai teks yang berkategori faktual (nonsastra), teks eksplanasi menggunakan
banyak kata yang bermakna denotatif.
Sebagai teks yang
berisi paparan proses, baik itu secara kausalitas maupun kronologis, teks
tersebut menggunakan banyak konjungsi kausalitas ataupun kronologis.
a. Konjungsi
kausalitas, antara lain, sebab, karena, oleh sebab
itu, oleh karena itu, sehingga.
b. Konjungsi
kronologis
(hubungan waktu), seperti: kemudian, lalu, setelah itu, pada akhirnya. Teks
eksplanasi yang berpola kronologis juga menggunakan banyak keterangan waktu
pada kalimatkalimatnya.
Berikut contohnya.
Paragraf
Pertama
Penampung Limbah pabrik
Sepatu Changsin yang terletak di puncak bukit Desa Ciburial, Kecamatan Leles,
Kabupaten Garut runtuh. Akibatnya, beberapa rumah di sekitarnya merasa
terganggu karena polusi udara berupa bau menyengat semakin mengganggu aktivitas
warga. Masyarakat sekitar pabrik mengeluh keadaan tersebut, sehingga ruas jalan
menuju penampung limbah ditutup sementara.
Paragraf di atas termasuk ke dalam teks eksplanasi yang berpola kausalitas. Dalam paragraf tersebut terdapat konjungsi seperti akibatnya, karena, dan sehingga.
Paragraf
Kedua
Pada
bulan keempat, muka telah kian tampak seperti
manusia. Dalam bulan kelima
rambut-rambut mulai tumbuh pada kepala. Selama
bulan keenam, alis dan bulu mata timbul. Setelah tujuh bulan, fetus mirip kulit orang tua dengan kulit merah
berkeriput. Selama bulan kedelapan dan
kesembilan, lemak ditimbun di bawah kulit sehingga perlahan-lahan
menghilangkan sebagian keriput pada kulit. Kaki membulat. Kuku keluar pada
ujung-ujung jari. Rambut asli rontok dan terus menjadi sempurna dan siap
dilahirkan.
Paragraf di atas
termasuk ke dalam teks eksplanasi yang berpola
kronologis.
Oleh karena itu, paragraf tersebut banyak menggunakan keterangan waktu seperti pada
bulan keempat, dalam bulan kelima, selama bulan keenam, setelah tujuh bulan,
selama bulan kedelapan dan kesembilan.
Proyek 2 :
Pada kegiatan 1 sebenarnya sedang
mendalami kemampuan dasar pengetahuan yang berhubungan dengan teks eksplanasi.
Nah, sekarang, silakan pelajari kemampuan dasar keterampilan dari teks
eksplanasi. Agar terampil menentukan pola pengembangan dan menyusun teks
eksplanasi sesuai pola pengembangan, silakan baca materi dan contoh-contoh pola
pengembangan dalam teks eksplanasi!
MEMPRODUKSI
TEKS EKSPLANASI
Pola
Pengembangan Menulis Teks Eksplanasi
1. Pola
Pengembangan Sebab Akibat
Pengembangan teks
eksplanasi dapat menggunakan pola sebab
akibat (kausalitas). Dalam hal ini sebab
dapat bertindak sebagai gagasan umum,
sedangkan akibat sebagai perincian pengembangannya. Namun
demikian, dapat juga terbalik. Akibat dijadikan sebagai gagasan umum, perlu
dikemukakan sejumlah sebab sebagai perinciannya.
Persoalan sebab akibat
sebenarnya sangat dekat hubungannya dengan proses. Jika disusun untuk mencari
hubungan antara bagianbagiannya, proses itu dapat disebut proses kausalitas.
Contoh:
Gempa bumi melanda
wilayah bagian selatan Daerah Istimewa Yogyakarta, Sabtu, 27 Mei 2006 pukul
05.54 WIB. Kekuatan gempa bumi tercatat 6,2 skala richter pada kedalaman 17,1
km. Pusat gempa terletak pada posisi ± 25 km barat daya Kota Yogyakarta. Gempa
bumi ini mengakibatkan puluhan orang
meninggal. Beberapa orang luka–luka. Sejumlah bangunan roboh dan mengalami
kerusakan. Selain itu, dilaporkan juga terjadi longsoran dan kerusakan berat
pada permukiman dan bangunan lainnya di Kabupaten Bantul karena dekat dengan sumber gempa bumi.
2. Pola Pengembangan Proses
Proses merupakan suatu urutan dari tindakan-tindakan atau
perbuatan-perbuatan untuk menciptakan atau menghasilkan sesuatu atau perurutan
dari suatu kejadian atau peristiwa.
Contoh:
Dua puluh tahun lalu,
ponsel hanyalah telepon tanpa kabel. Namun demikian, teknologi berkembang
cepat. Kerja sama operator dengan produsen ponsel serta aliansi dengan perusahaan
di bidang teknologi, membuat ponsel tidak hanya untuk berbicara lisan. Dua tahun terakhir, kemampuan ponsel
melakukan komunikasi data bertambah banyak. Ponsel generasi kedua ini, tidak
hanya bisa mengirim dan menerima pesan teks SMS (short message service). Email, download
nada dering, atau games juga dapat
terselenggara dengan baik.
Tidak ada komentar