SURAT LAMARAN PEKERJAAN
SURAT LAMARAN PEKERJAAN
Novel merupakan materi pembelajaran Bahasa Indonesia tingkat SMA/MA kelas XII. Materi novel yang akan disajikan didalamnya
memuat definisi/pengertian surat lamaran pekerjaan, bahasa surat lamaran
pekerjaan, isi surat lamaran pekerjaan, informasi lowongan pekerjaan, model surat lamaran pekerjaan, sistematika surat
lamaran pekerjaan. Semoga pembahasan ini dapat membantu dan dapat dijadikan referensi dalam mengerjakan tugas
bahasa indonesia.
A. PENGERTIAN SURAT LAMARAN KERJA
Surat
lamaran kerja adalah surat permohonan yang dibuat oleh pencari kerja (pelamar
Pekerjaan), untuk dikirimkan kepada suatu badan usaha atau instansi pemerintah
maupun swasta denga tujuan mendapatkan pekerjaan atau jabatan yang sesuai
dengan lowongan pekerjaan yang ditawarkan, baik melalui pengumuman resmi,
informasi secara lisan, maupun melalui iklan yang diposting pada media massa.
B. BAHASA SURAT LAMARAN KERJA
Penulisan
surat lamaran kerja harus menggunakan bahasa yang sopan,
jelas dan tidak bertele-tele. Kaidah kebahasaan yang digunakan
harus sesuai dengan tata Bahasa baku. Lamaran yang terlalu panjang hingga
menghabiskan satu halaman folio lebih, akan membuat orang jenuh membacanya,
bahkan mungkin tidak akan dibaca sama sekali. Satu halaman folio adalah ukuran
yang normal. Tetapi bila ada keterangan yang dianggap perlu diajukan, sebaiknya
diletakkan sebagai lampiran. Hal yang terpenting dalam menulis surat lamaran
kerja adalah menyampaikan keinginan untuk melamar pekerjaan sesuai
syarat-syarat yang diminta.
C. ISI SURAT LAMARAN KERJA
Surat lamaran kerja harus memuat data pribadi yang rinci, misalnya
Surat lamaran kerja harus memuat data pribadi yang rinci, misalnya
1. Data Pribadi Pelamar
2. Pendidikan / Ijazah yang Dimiliki
3. Pengalaman Kerja
4. Kegemaran dan Hobi
D. INFORMASI LOWONGAN KERJA
Penulisan surat lamaran kerja harus menyebutkan sumber informasi dari mana pelamar memperoleh informasi lowongan kerja tersebut, misalnya:
Penulisan surat lamaran kerja harus menyebutkan sumber informasi dari mana pelamar memperoleh informasi lowongan kerja tersebut, misalnya:
Ø Berdasarkan iklan pada harian atau koran
Ø Berdasarkan siaran radio dan televisi
Ø Berdasarkan informasi dari orang lain, kenalan,
atau koneksi.
Ø Berdasarkan inisiatif sendiri
Ø Berdasarkan pengumuman resmi dari kantor penempatan
tenaga kerja
Ø Bersumber dari tempat kursus, sekretariat akademi,
lembaga manajemen
E.
MODEL SURAT LAMARAN KERJA
Model surat harus disesuaikan dengan kantor atau perusahaan yang dilamar. Hal ini sangat penting karena model surat yang benar dapat mempengaruhi kemungkinan diterima atau tidaknya si pelamar. Biasanya perusahaan atau instansi memosting contoh surat lamaran.
Model surat harus disesuaikan dengan kantor atau perusahaan yang dilamar. Hal ini sangat penting karena model surat yang benar dapat mempengaruhi kemungkinan diterima atau tidaknya si pelamar. Biasanya perusahaan atau instansi memosting contoh surat lamaran.
Surat
lamaran kerja yang ditujukan pada kantor-kantor pemerintah sebaiknya menggunakan
model resmi atau official style. Untuk kata ganti diri sendiri, sebaiknya
menggunakan kata "Saya". Adapun surat lamaran kerja yang ditujukan
untuk perusahaan-perusahaan swasta nasional sebaiknya menggunakan block style. Untuk kata ganti orang yang dituju dalam
perusahaan yang dilamar, sebaiknya menggunakan kata ganti "Bapak/Ibu/Saudara".
F.
SISTEMATIKA SURAT LAMARAN PEKERJAAN
1. Tanggal Surat
Penulisan tanggal surat sebaiknya lengkap (tidak disingkat). Penulisan
nama bulan disesuaikan EYD, misal bulan November sebaiknya tidak ditulis dengan
Nopember. Penulisan tanggal umumnya diletakkan bagian pojok kanan atas.
2. Hal (Perihal)
Bagian ini dapat disebut juga sebagai judul surat. Bagian ini
menginformasikan isi surat ini dibuat, yaitu melamar pekerjaan. Penulisan hal
atau perihal disesuaikan dengan kaidah penulisan judul, yaitu setiap kata
diawali huruf kapital, kecuali preposisi, konjungsi, dan kata bantu. Penulisan
kata lhal atau perihal diikuti dengan tanda baca titik dua ( : ).
3.
Lampiran
Fungsi lampiran adalah untuk menginformasikan bahwa surat lamaran kerja
tersebut disertai dengan dokumen penting lainnya atau tidak. Bagian ini
dicantumkan untuk menginformasikan berapa banyak berkas yang menyertai surat
lamaran. Misalnya Curiculum Vitae (CV), fotokopi ijazah, transkrip
nilai, dan KTP. Kata lampiran tidak perlu ditulis jika memang tidak ada dokumen
yang ikut disertakan dalam surat lamaran kerja. Penulisan kata lampiran diikuti
dengan tanda baca titik dua ( : ). Jumlah berkas lampiran ditulis dengan huruf
(bukan dengan angka) dan diakhiri tanpa tanda baca.
4.
Alamat Tujuan
Alamat tujuan terdiri dari nama penerima surat, nama instansi/lembaga
dan alamat penerima surat. Alamat tujuan diawali dengan kata “Yth.” atau “Kepada”. Sebelum
nama penerima atau di atas nama penerima. Kedua kata sapaan hormat tersebut tidak digunakan
secara bersaam. Jadi, pilih salah satu saja.
Hal-hal
yang perlu diperhatikan dalam penulisan alamat adalah:
Ø Kata yang terhormat
disingkat Yth,
Ø Huruf awal pada singkatan
Yth. ditulis dengan huruf kapital,
Ø Kata kepada tidak perlu
dicantumkan jika sudah menggunakan Yth.,
Ø Sapaan Ibu, Bapak, Saudara,
dapat digunakan jika diikuti dengan nama orang dan huruf awal sapaan-sapaan itu
ditulis dengan huruf kapital,
Ø Gelar akademik dan pangkat
dapat dicantumkan jika diikuti nama orang.
Ø Jika jabatan seseorang
dicantumkan, kata sapaan tidak digunakan agar tidak ada kerancuan penulisan,
Ø Kata jalan jangan
disingkat dengan Jln.
Ø Kata nomor tidak perlu
ditulis karena merupakan hal yang mubazir,
Ø Kode pos ditulis setelah
penulisan nama kota,
Ø Akhir baris alamat tujuan
tidak diikuti tanda titik,
Ø Tidak menggunakan kata “di”
untuk penulisan alamat tujuan.
5.
Salam Pembuka
Salam pembuka umumnya menggunakan kalimat “Dengan hormat”,
“Assalamualaikum”, atau “Salam Sejahtera” yang diakhiri dengan tanda baca koma
(,).
Adapun hal-hal yang harus diperhatikan dalam penulisan salam pembuka
adalah:
Ø Bentuk yang lazim
digunakan sebagai salah satu salam pembuka adalah Dengan hormat, Salam
sejahtera, Saudara… yang terhormat, Ibu/Bapak… yang terhormat, Saudara…, atau
diganti Assalamu’alaikum warahmatullahiwabarakatuh,
Ø Huruf awal kata ditulis
dengan huruf kapital,
Ø Penulisan salam pembuka
diikuti tanda koma,
Ø Bentuk salam pembuka
ditulis pada margin kiri,
Ø Penulisan bentuk salam
pembuka tidak menjorok ke dalam sebagai alenia baru,
Ø Biasanya salam pembuka
digunakan pada surat-surat yang berisi berita.
6.
Isi Surat
Isi surat adalah bagian untuk mengemukakan maksud serta menginformasikan
sekilas pandang tentang jadi diri anda. Isi surat harus informatif, efektif,
dan sistematis. Informatif berarti isi surat mudah mengerti. Efektif berarti
isi surat terfokus dan tidak berlebihan. Sistematis berarti isi surat sebaiknya
tidak terlalu panjang ataupun pendek. Informasi yang umum terdapat pada isi
surat lamaran kerja ialah : sumber informasi lowongan,
identitas/deskripsi diri singkat, ucapan terimakasih dan ungkapan harapan
apabila ada.
Bagian ini berisi informasi mengenai kemampuan pelamar, keterampilan,
dan pengalaman yang relevan dengan posisi yang hendak dilamar. Pada bagian ini,
sebaiknya mencantumkan kalimat yang menunjukkan keyakinan para peserta. Untuk
mengarahkan dan menarik perhatian pembaca, dalam paragraf pembuka perlu
disampaikan pendahuluan atau latar belakang yang terkait dengan pokok
pembicaraan secara singkat dan jelas. Selanjutnya, langsung masuk ke dalam
paragraf isi untuk menyampaikan maksud yang diinginkan secara jelas. Paragraf
isi lebih panjang daripada paragraf pembuka atau penutup.
7.
Salam Penutup
Salam penutup dapat menggunakan kalimat “Hormat Saya” atau
“Wassalamualaikum” diakhiri dengan tanda baca koma (,). Jika maksud
yang ingin disampaikan sudah terpenuhi, akhiri dengan paragraf penutup dengan
menyampaikan simpulan atau ungkapan terimakasih secara tegas dan singkat.
Umumnya paragraf penutup surat ini hanya sebuah kalimat pendek seperti Atas
perhatian Bapak/Ibu/Saudara, saya mengucapkan terima kasih atau Atas bantuan dan perhatian Bapak/Ibu/Saudara,
saya menyampaikan terima kasih.
Sebelum dibubuhi tanda tangan pengirim, terdapat salam penutup yang
lazimnya ditulis dengan hormat kami, salam
takzim, wasalam, wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.
8.
Tanda Tangan dan Nama Terang
Menandatangani surat sebaiknya dengan jelas ukuran yang proporsional.
Sebaiknya menggunakan tinta warna gelap dan netral (hitam/biru). Nama terang
dituliskan tepat di bawah tanda tangan dan diisikan nama lengkap beserta gelar.
Tidak ada komentar