ARTIKEL
ARTIKEL
Artikel merupakan
materi pembelajaran Bahasa Indonesia tingkat SMA/MA kelas XII. Materi Artikel yang akan disajikan didalamnya
memuat pengertian artikel, ciri-ciri artikel, cara penulisan artikel, jenis-jenis
artikel, struktur artikel, kaidah
kebahasaan artikel, dan contoh artikel. Semoga pembahasan ini dapat membantu
dan dapat dijadikan referensi dalam
mengerjakan tugas bahasa indonesia.
Pengertian
Artikel
Apa yang dimaksud
dengan artikel?
Artikel adalah suatu
karya tulis dengan panjang tertentu yang berisi gagasan atau fakta yang dapat
membujuk, meyakinkan, mendidik, dan menghibur pembacanya, serta dipublikasikan
ke suatu media (buletin, majalah, koran, website, media sosial, dan lainnya).
Ada juga yang
menyebutkan arti artikel adalah suatu karangan berupa esai yang isinya
menyampaikan ide-ide atau fakta-fakta secara objektif, dimana tujuannya untuk
meyakinkan, membujuk, dan menghibur pembacanya.
Isi yang disampaikan di
dalam suatu artikel bisa bermacam-macam, tergantung topik yang dibahas.
Beberapa contoh isi artikel yang sering dipublikasikan melalui berbagai media
adalah;
o Informasi sejarah
o Hasil penelitian
o Argumentasi tentang isu tertentu
o Petualangan seseorang
o Tutorial atau bimbingan yang mengajarkan sesuatu
pada orang lain
Ciri-Ciri
Artikel
Mengacu pada penjelasan
arti artikel di atas, maka sebuah artikel dapat dikenali karakteristiknya.
Adapun ciri-ciri artikel adalah sebagai berikut:
o Pada umumnya artikel dibuat secara ringkas, padat,
jelas, dan tuntas.
o Isi yang disampaikan dalam sebuah artikel didasari
oleh fakta, bukan fiksi atau mitos yang kebenarannya masih diragukan.
o Artikel bersifat informatif dan faktual,
mengungkapkan informasi berdasarkan suatu penelitian dan dapat
dipertanggungjawabkan.
o Sebuah artikel dapat mengandung opini dan analisis,
namun harus berdasarkan teori dan data yang valid.
o Penulisan artikel menggunakan bahasa baku atau
resmi, serta kalimat yang lugas, logis, denotatif, dan efektif.
o Metode penulisan artikel dibuat secara sistematis
sehingga pembaca dapat mengerti isinya dengan mudah.
Cara
Penulisan Artikel
Terdapat beberapa cara
dan gaya penulisan dalam artikel, diantaranya adalah sebagai berikut :
1.
Argumentasi
Artikel ini mempunyai
tujuan untuk membuktikan adanya suatu kebenaran dalam berpendapat dengan
disertai fakta sebagai suatu alasan dan juga bukti. Penulis akan mengharap
suatu kebenaran berpendapat dari pembaca yang dapat disampaikan melalui opini,
data serta fakta yang mendukung.
2.
Deskripsi
Artikel ini
menggambarkan tentang adanya suatu hal dari pembaca sehingga mereka seakan akan
mendengar, merasakan, dan melihat langsung keadaan yang ada dalam artikel
tersebut baik itu fiksi maupun fakta.
3.
Eksposisi
Artikel ini mengandung
penjelasan tentang suatu topik dengan tujuan memberikan pengetahuan tambahan
bagi para pembaca disertai dengan grafik, gambar, dan data pendukung lainnya
yang berhubungan dengan artikel tersebut.
4.
Persuasi
Artikel ini mempunyai
tujuan untuk dapat mempengaruhi pembacanya agar berbuat sesuatu. Penulisnya
mempunyai harapan agar tercipta suatu tindakan dan sikap motorik dari
pembacanya sesuai dengan anjuran yang telah ditulis dalam artikelnya.
5.
Narasi
Artikel ini dapat juga
disebut sebagai cerita yang isinya berupa fakta ataupun fiksi. Dalam artikel
ini akan dipaparkan tentang suatu peristiwa dan kejadian yang disusun dalam
ukuran waktu dengan disertai berbagai tokoh yang berhadapan dengan konflik.
Jenis Artikel
Terdapat beberapa jenis
artikel yang bisa anda pahami. Adapun beberapa jenis artikel yang biasa anda
temui di jagat karya sastra diantaranya adalah :
o Artikel prediktif yang berisikan hal hal bersifat
belum atau akan terjadi sebagaimana analisa dari penulis.
o Artikel eksploratif yang berisikan ungkapan berbagai
fakta sesuai sudut pandang dari penulisnya.
o Artikel deskriptif yang menggambarkan masalah serta
konflik yang terjadi dalam kehidupan manusia.
o Artikel eksplanatif yang berisikan penjelasan
mengenai suatu hal kepada pembaca berdasarkan kacamata penulis dan pengarang
artikel yang disesuaikan dengan tema tema tertentu.
Struktur
Artikel
Walaupun artikel
berisikan opini seseorang terhadap suatu kasus, bukan berarti tidak memliki
aturan dalam penulisannya. Suatu tulisan dapat dikatakan sebagai artikel
apabila memenuhi standar penulisan artikel yang baik dan benar.
Jika salah satu standar
tidak dipenuhi, maka informasi yang disampaikan menjadi kurang tepat dan sulit
dipahami oleh pembaca. Lalu, bagaimana cara membuat artikel yang baik dan benar
? Struktur penulisan artikel dibuat berdasarkan jenis artikel yang diinginkan.
Berikut ini merupakan struktur penulisan suatu artikel umum yang terorganisir
dengan baik.
1.
Judul Artikel
Pada umumnya,
kebanyakan orang akan tertarik untuk membaca suatu artikel dengan melihat judul
dari artikel itu sendiri. Sebab, judul artikel menjadi hal yang pertama kali
diperhatikan oleh pembaca. Bagaimana cara membuat judul artikel yang menarik
perhatian pembaca ?
Biasanya, judul dibuat
berdasarkan keseluruhan dari isi artikel. Menentukan judul bukanlah pekerjaan
yang mudah. Ada beberapa penulis yang menentukan judul ketika sudah
menyelesaikan konten artikel tersebut. Judul itu ibarat umpan yang digunakan
untuk memancing. Jadi, ada baiknya Anda membaca isi artikel hingga beberapa
kali sebelum menentukan judul. Melalui judul artikel, Anda dapat memengaruhi
keputusan seseorang. Apakah orang itu akan membaca dan mendalami isi artikel
atau menganggapnya sebagai hal yang tidak penting.
2.
Pembukaan Artikel (Lead)
Artikel tersusun dari
beberapa paragraf, dimana paragraf pertama merupakan pembukaan pada artikel.
Biasanya, pembukaan artikel berisikan suatu uraian atau rangkaian kejadian yang
sifatnya aktual yang digunakan sebagai dasar artikel. Selain itu, dalam
pembukaan artikel Anda juga dapat menyertakan kalimat tanya ataupun kalimat
sapaan kepada pembaca. Dengan begitu, pembaca semakin tertarik untuk
melanjutkan ke bagian isi artikel.
Ada dua teknik dalam
menulis pembukaan artikel, yaitu deduktif dan induktif. Menulis pembukaan
dengan cara deduktif berarti memulainya dari hal yang bersifat umum, yang
kemudian akan mengarah kepada hal yang khusus, seperti membuat kalimat tanya
dan jawaban. Sedangkan induktif berarti memulainya dengan hal yang bersifat
khusus, yang kemudian akan menggambarkan dengan hal yang bersifat umum.
3.
Leher Artikel (Bridge)
Setelah paragraf
pembuka, biasanya ada suatu uraian yang menjadi penghubung antara kalimat
pembuka dengan bagian isi artikel. Bagian itu disebut dengan leher artikel,
dimana bagian tersebut menyampaikan suatu uraian yang langsung berkaitan dengan
isi artikel. Anda juga dapat menjadikan leher artikel untuk membahas antara
permasalahan yang satu dengan permasalahan lain.
4.
Isi Artikel (Body)
Bagian ini merupakan
bagian yang paling penting dalam suatu artikel. Atau sering disebut juga dengan
bagian eksplanasi. Tujuannya adalah untuk memaparkan semua permasalahan secara
rinci. Namun, dalam menguraikan permasalahannya tidak boleh menyebar ke topik
lain yang tidak relevan dengan topik yang Anda bahas.
5.
Penutup
Bagian penutup ini juga
sangat diperlukan dalam penulisan artikel. DIbagian inilah penulis menyampaikan
kesimpulan dari permasalahan yang sudah diuraikan. Melalui penutup ini pula
pembaca dapat menilai bagaimana sikap penulis terhadap masalah yang dijelaskannya.
Kaidah
Kebahasaan Artikel
Ilustrasi artikel
Setidaknya terdapat
enam kaidah kebahasaan yang harus kalian perhatikan ketika hendak membuat
sebuah artikel. Mengapa hal ini dirasa perlu? Sebab kaidah kebahasaan dalam
penulisan artikel sangat berkaitan erat dengan kualitas tulisan yang
dihasilkan. Berikut kaidah kebahasaan dalam penulisan artikel yang wajib kalian
perhatikan.
Rujukan Kata
Apa itu rujukan kata?
Rujukan kata merupakan suatu kata yang merjuk kepada kata lainnya. Suatu kata
dapat dikatakan rujukan tatkala memeliki keterkaitan. Sebagai contoh, rujukan
kata dapat berupa kata ganti, baik kata ganti orang, kepemilikan atau sebuah
penunjuk.
Imbuhan Kata
Kata imbuhan atau biasa
kita mengenal dengan kata tambahan, kata ini ditempatkan di awalan kata yang
akan menggunakan imbuhan. Kata imbuhan sendiri dapat berupa awalan, akhiran
ataupun sisipan. Dalam kaidah penulisan sendiri, awalan biasa disebut dengan
prefiks, sebagai contohnya yaitu penari, asal katanya adalah tari.
Sedangkan untuk akhiran
dan sisipan disebut dengan supiks dan inspiks, sebagai contoh dari kedua
imbuhan tersebut ialah; menyanyikan, bercampur, menari dan lain sebagainya.
Tentu saja pemakaian imbuhan ini sangat perlu diperhatikan, sebab akan sangat
mempengaruhi kualitas suatu bacaan.
Konjungsi / Kata Hubung / Kata Sambung
Tidak kalah penting
dengan dua kaidah kebahasaan artikel sebelumnya, kata hubung atau konjungsi
memiliki peran yang bisa dikatakan dibutuhkan. Pemilihan sebuah kata hubung
dalam penulisan artikel, tentu saja akan sangat mempengaruhi sebuah tulisan,
baik dari segi rasa ataupun kualitas.
Kata hubung sendiri
merupakan sebuah kata yang digunakan untuk menghubungkan sebuah kata, frasa,
kalimat atau klausa.
Konjungsi dapat berupa
sebuah kata yang menghubungkan antara kata, ataupun sebuah kata hubung yang
menghubungkan sebuah kalimat.
Konjungsi atau kata
hubung memiliki beberapa jenis, yang saya kira perlu kalian ketahui, berikut
jenis-jenis dari konjunjungsi
o Konjungsi intra kalimat, merupakan kata hubung yang
berada dan digunakan dalam satu kaliamat. Sebagai contoh kata dan, juga, atau,
tetapi, sehingga dll.
o Konjungsi antar kalimat, merupakan kata hubung yang
digunakan untuk menghubungkan kaliamt yang berbeda. Sebagai contohnya; meskipun
demikian, dengan demikian, oleh sebab itu dll.
Kelompok Kata
Kelompok kata atau
frasa adalah sebuah kata yang terdiri dari dua kata atau lebih dan bisa
menghasilkan sebuah kata dengan makna yang baru. sebagai contoh adalah
saputangan.
Kata Baku
Kata baku merupakan
sebuah kata yang sesuai dengan kaidah bahasa Indonesia, sedangkan kata tidak
baku adalah sebaliknya. Kalian bisa membedakan mana kata baku atau tidak dengan
merujuk kamus besar bahasa Indonesia atau KBBI.
Kata baku biasa
digunakan dalam kalimat atau tulisan yang bersifat formal, sedangkan untuk
kalimat atau kata tdak baku biasa digunakan dalam sesutu hal yang bisa
dikatakan nonformal.
Penggunaan kata baku
dan tidak baku, saya rasa akan sangat mempengaruhi karakter dari sebuah tlisan,
apalagi sebuah artikel dengan bentuk narasi atau deskripsi.
Huruf Kapital dan Tanda Baca
Sebuah tulisan yang
baik tentu saja memiliki komposisi yang pas, artinya sesuai dan mengalir
tatkala dibaca. Salah satu komponen yang perlu diperhatikan ialah tanda baca
dan penggunaan huruf kapital. Seperti yang telah kita ketahui bersama
penggunaan huruf kapital pada awal sebuah kalimat, nama sebuah kota atau
negara. Sedangkan untuk penggunaan tanda baca bertujuan untuk mengatur sebuah
tulisan, misal jeda dan berhenti.
Contoh Artikel
Penemu Listrik
Saat ini listrik sudah menjadi kebutuhan paling penting bagi umat manusia. Dengan listrik, segala aktivitas manusia dapat dengan mudah dilakukan. Listrik merupakan salah satu energi yang bisa dikatakan menguasai hajat hidup orang banyak karena manfaatnya yang sangat penting.
Penemu listrik adalah Michael Faraday dan berkat penemuannya tersebut, ia kemudian dijuluki sebagai ’Bapak Listrik’. Michael Faraday dikenal sebagai ilmuwan yang banyak mempelajari berbagai hal. Namun, pria yang lahir pada tanggal 22 September 1971 di Inggris ini lebih banyak memberi perhatian pada bidang elektromagnetisme dan elektrokimia.
Sejarah Penemuan Listrik oleh Michael Faraday Sebenarnya kelistrikan sudah menjadi sebuah fenomena sejak zaman Yunani kuno. Hal ini diketahui ketika seorang cendekiawan Yunani bernama Thales menemukan sebuah fenomena unik Ketika batu ambar yang digosok-gosok ternyata mampu menarik sehelai bulu. Hal ini kemudian ia tuliskan dalam catatannya. Hal inilah yang kemudian memunculkan banyak teori-teori tentang kelistrikan dan dikemukakan oleh para ilmuwan seperti Ampere, Faraday, Coulomb, dan Joseph Priestley. Di antara nam-nama tersebut, Michael Faraday mempunyai kontribusi paling besar mengenai kelistrikan dan elektromagnetik.
Terkenalnya nama Michael Faraday sebagai ’Bapak Listrik’ bermula Ketika ia membuat sebuah ekperimennya yang pertama kali dengan menggunakan 7 uang logam yang kemudian ia tumpuk dengan 7 lembaran seng serta 6 lembar kertas yang dibasahi air garam. Hal ini ia lakukan mengikuti konstruksi tumpukan Volta ketika menemukan beterai pertama kali. Dari ekperimen ini Faraday kemudian menguraikan magnesium sulfat.
Selanjutnya, di tahun 1821, Christian Orsted memublikasikan sebuah jurnal mengenai fenomena elektromagnetisme. Hal itu kemudian membuat Faraday mencoba melakukan riset lanjutan dari publikasi Orsted. Faraday kemudian membuat sebuah alat yang kemudian dapat menghasilakan sebuah ’Rotasi Elektromagnetik’ yang merupakan cikal bakal ditemukannya listrik oleh Faraday.
Alat yang Faraday ciptakan bernama Homopolar Motor. Dalam alat yang diciptakan Faraday ini terjadi sebuah gerakan berputar terus-menerus. Gerakan ini ditimbulkan dari gaya lingkaran magnet yang mengelilingi kawat yang panjang hingga ke dalam larutan merkuri dan di dalam larutan tersebut sudah terdapat magnet. Gerakan itu membuat kawat akan terus berputar jika dialiri listrik yang berasal dari sebuah baterai.
Penemuan Faraday inilah yang kemudian menjadi sebuah dasar dari Teknologi Elektromagnetik saat ini. Dari percobaan itu, ia menemukan sebuah motor listrik pertama di dunia yang menggunakan listrik sebagai nama penggeraknya. Puncak penemuan medan listrik oleh Faraday adalah ketika ia melakukan percobaan dengan melilitkan dua kumparan kawat yang terpisah. Kemudian, ia menemukan apa yang dikenal dengan nama induksi timbal balik, magnet dilewati potongan kawat, maka aliran listrik masuk ke kawat, yang kemudian magnetnya berjalan. Dari sini, ia kemudian membuat sebuah kesimpulan bahwa ’Perubahan pada medan magnet dapat menghasilkan medan listrik’.
Kemudian, James Clerk Maxmel membuat rumus matematikanya dan dikenal dengan nama Hukum Faraday. Kecemerlangan Faraday dalam membuat penemuan-penemuan besar tidak lepas dari sosok bernama Humphry Davy yang merupakan mentornya yang membimbing Michael Faraday di laboratoriumnya. Ia juga mengajak Faraday keliling Eropa untuk menambah pengetahuan mereka baik itu secara teknis maupun teoretis. Di bawah bimbingan Davy, Michael Faraday banyak membuat sebuah penemuan-penemuan baru yang berguna bagi manusia di bidang kelistrikan. Michael Faraday sendiri wafat pada tanggal 25 Agustus 1867. Untuk mengenang jasa-jasanya di bidang kelistrikan, namanya kemudian diabadikan dalam sebuah satuan dalam ilmu fisika yaitu satuan kapasistansi dengan simbol (F) atau Faraday.
Tidak ada komentar