TEKS EDITORIAL
TEKS EDITORIAL
Teks cerita editorial adalah materi pembelajaran Bahasa Indonesia tingkat SMA/MA kelas XII. Teks editorial yang akan disajikan
yaitu sebuah teks editorial yang didalamnya memuat definisi/pengertian
teks editorial, fungsi teks editorial, tujuan teks editorial, ciri-ciri teks editorial,
struktur teks editorial, kaidah
kebahasaan, serta contoh teks editorial. Semoga pembahasan ini dapat membantu
dan dapat dijadikan referensi dalam
mengerjakan tugas bahasa indonesia.
1. Pengertian
Teks Editorial
Teks editorial merupakan
teks opini yang dimuat di surat kabar. Penyajian teks editorial harus
dilengkapi dengan bukti, fakta, atau alasan yang logis agar pembaca ataupun
pendengar dapat menerimanya.
2. Fungsi Teks
Editorial
Ø Menjelaskan
berita dan akibatnya pada masyarakat.
Ø Mengisi latar
belakang dari kaitan berita tersebut dengan kenyataan sosial dan faktor yang
mempengaruhi dengan lebih menyeluruh.
Ø Terkadang ada
analisis kondisi yang berfungsi untuk mempersiapkan masyarakat akan kemungkinan
yang bisa terjadi.
Ø Meneruskan
penilaian moral mengenai berita tersebut.
Ø Mengajak
pembaca untuk ikut berpikir dalam masalah (isu atau topik) yang sedang hangat
terjadi di kehidupan sekitar.
Ø Memberikan
pandangan kepada pembaca terhadap isu yang sedang berkembang.
4. Ciri – Ciri
Teks Edotorial
Ø Teks editorial
harus bersifat sistematis dan logis.
Ø Teks editorial
ialah sebuah opini atau pendapat yang bersifat argumentative.
Ø Teks editorial
sangat menarik untuk dibaca, karena ditulis menggunakan kalimat yang singkat,
padat dan jelas.
Ø Berisi fakta
umum ,pandangan dan pendapat pribadi penulis.
Ø Bersifat
analisis.
Ø Menggunakan
pemikiran yang logis dalam menyampaikan pendapat.
Ø Di tulis
dengan perspektif tertentu untuk mengungkapkan kebenaran pendapat sehingga jika
dilihat dari perspektif yang berbeda, kebenaran tersebut bisa bermakna lain
atau malah sebaliknya.
Ø Dimulai dengan
pemaparan fakta umum terlebih dahulu dan selanjutnya disusul dengan pemaparan
pendapat.
Ø Hal ini bisa
saja terjadi sebaliknya.
Ø Bersifat
argumentatif sehingga teks ini bisa saja disebut sebagai teks argumentatif atau
berisi pemaparan argumen, pendapat atau pandangan dan gagasan.
5. Struktur
Teks Editorial
Teks editorial memiliki struktur yang sama
dengan struktur teks eksposisi. Hal ini dikarenakan keduanya memiliki kesamaan
yaitu menjelaskan opini mengenai suatu berita tertentu. Berikut struktur teks editorial:
Ø
Tesis Pernyataan Pendapat
Tesis merupakan bagian
pembuka, pada bagian ini penulis memperkenalkan kembali masalah yang sudah
diangkat. Selain itu juga penulis juga memberikan arah pandangan pada masalah
tersebut. Pendapat ini akan diperkuat dengan berbagai dasar teori dan argumen.
Tujuan dari bagian ini adalah untuk membuat para pembaca fokus terhadap masalah
yang sedang dibahas. Dengan perlahan memberikan opini dan mengarahkan para
pembaca untuk mengikuti alur pikiran penulis. Dalam bagian ini juga terdapat
teori yang mengenai masalah yang dipaparkan secara lugas dan di sisipi dengan
argumentasi yang semakin memperkuat teori.
Ø
Argumentasi
Argumentasi merupakan struktur utama dalam sebuah teks editorial.
Argumentasi ini berisi sebuah alasan beserta bukti-bukti konkrit yang semakin
memperkuat bagian pembuka. Tujuan dari bukti tersebut yaitu untuk memperkuat
opini. Biasanya dalam bagian ini akan disertakan pula pendapat yang berlawanan.
Namun, pendapat tersebut akan disanggah menggunakan fakta dan data
yang lebih riil. Bagian yang satu ini kerap kali dikatakan sebagai sanggahan
suatu pendapat atau opini penulis. Akan tetapi arti yang sesungguhnya lebih
dari itu. Ya, bagian ini bisa berbentuk pernyataan umum dan menyajikan data
dari hasil penelitian yang sudah dilakukan.
Selain itu, dalam argumentasi juga dapat berisi pendapat para ahli
dan memaparkan fakta-fakta dengan sumber yang terpercaya. Sangat menarik bukan
bagian yang satu ini, tentunya bagian ini tidak boleh terlewatkan karena
merupakan salah satu bagian terpenting dalam teks editorial.
Ø
Simpulan
Pada bagian ini berisi tentang penegasan ulang sebuah opini para
penulis dalam artikel yang dibuatnya. Tentunya simpulan ditulis menggunakan
bahasa yang singkat, padat dan jelas. Selain itu, dalam bagian ini juga
disajikan beberapa data dan fakta yang sudah dibahas sebelumnya.
6.
Kaidah
Kebahasaan dalam Teks Editorial
Ø Konjungsi
merupakan kata penghubung antar kalimat. Contoh kata konjungsi yang paling
sering digunakan adalah karenanya, bahkan, oleh sebab itu, dan
sebagainya
Ø Verba rasional,
adalah kata kerja yang menunjukkan adanya hubungan intensitas (pengertian A
merupakan B) dan milik (mengandung pengertian A berarti memiliki B)
Ø Verba mental adalah
kata kerja yang menerangkan persepsi (seperti melihat dan merasa), afeksi
(misal merasa suka, khawatir), dan kognisi (contohnya berpikir dan mengerti).
Ciri dari verba mental yaitu adanya fungsi partisipasi dari alat
pengindra (senser) dan fenomena
Ø Verba material yaitu
verba atau kata kerja yang menunjukkan perbuatan fisik atau suatu peristiwa.
Tata bahasa ini menunjukkan bahwa apa yang disampaikan merupakan fakta yang
benar-benar terjadi
Ø Adverbia
merupakan salah satu tata bahasa yang digunakan untuk teks editorial yang
bertujuan agar pembaca memiliki keyakinan pada apa yang dibaca. Penegasan
dilakukan dengan menggunakan kata keterangan (adverbial frekuentatif).
Biasanya kata yang sering digunakan seperti: selalu, biasanya, kadang-kadang,
seringkali, sebagian besar, waktu, jarang, dan lain-lain.
Contoh Teks Editorial
Rusaknya Hutan di Indonesia
Pernyataan Pendapat: Indonesia
sering disebut sebagai salah satu paru-paru dunia. Mengapa disebut demikian?
Tidak lain dan tidak bukan yaitu karena luasnya wilayah tropis di Indonesia.
Wilayah hutan yang luas menyumbang banyak oksigen yang dibutuhkan masyarakat.
Namun, apakah ini akan terus berlanjut melihat tingginya kerusakan hutan dan
kebakaran hutan di Indonesia?
Argumentasi: Dari
Januari hingga Mei, tercatat kebakaran di Indonesia sudah seluas 42.740 hektar.
Kebakaran sudah seperti agenda tahunan di Indonesia. Kebakaran hutan bisa
disebabkan oleh musim kemarau yang panjang atau ulah manusia sendiri. Padahal,
hutan memiliki banyak peran bagi kelangsungan makhluk hidup. Bukan hanya
sebagai habitat makhluk hidup di dalamnya, tetapi juga bagi manusia.
Penegasan Ulang Pendapat: Oleh karena itulah, sebaiknya
masyarakat bersama pemerintah bersama-sama memberi perhatian lebih terhadap
hutan di Indonesia. Karena pada dasarnya, hutan tersebut hanya titipan yang
akan kita wariskan kepada anak cucu kita.

Tidak ada komentar