MENIKMATI NOVEL
MENIKMATI
NOVEL
Novel merupakan
materi pembelajaran Bahasa Indonesia tingkat SMA/MA kelas XII. Materi novel yang akan disajikan didalamnya
memuat definisi/pengertian novel, ciri-ciri umum novel, struktur novel, unsur-unsur
yang membangun novel, nilai-nilai dalam novel,
kaidah kebahasaan. Semoga pembahasan ini dapat membantu dan dapat dijadikan referensi dalam mengerjakan tugas
bahasa indonesia.
1.
Pengertian
Novel
2. Ciri – Ciri Umum Novel
Novel
memiliki ciri-ciri sebagi berikut:
Ø Novel memiliki jumlah kata
lebih dari 35.000 kata.
Ø Novel terdiri dari setidaknya
100 halaman.
Ø Durasi utnuk membaca novel
setidaknya 2 jam atau 120 menit.
Ø Ceritanya lebih dari satu
impresi, efek, dan emosi.
Ø Alur cerita dalam novel cukup
kompleks.
Ø Seleksi cerita dalam novel
lebih luas.
Ø Cerita dalam novel lebih
panjang, akan tetapi banyak kalimat yang di ulang-ulang.
Ø Novel ditulis dengan narasi
kemudian di dukung dengan deskripsi untuk menggambarkan situasi dan kondisi
yang ada di dalamnya.
3.
Struktur Novel
4.
Unsur yang Membangun Novel
A.
Unsur Intrinsk
Unsur intrinsik adalah unsur yang membangun dari
dalam sebuah karya sastra. Unsur-unsur intrinsik yang terdapat pada novel adalah:
1.
Tema
Tema merupakan pokok-pokok permasalahan yang
terdapat dalam sebuah cerita dalam novel yang terlah dibuat oleh pengarang.
2.
Penokohan
Penokohan merupakan pemberian watak atau karakter
kepada setiap pelaku dalam sebuah cerita. Para tokoh bisa diketahui karakternya
dari ciri fisik, lingkungan tempat tinggal, dan cara bertindaknya.
3.
Alur
Alur merupakan rangkaian-rangkaian peristiwa yang
membentuk jalannya suatu cerita dalam novel. Alur dibedakan menjadi dua jenis,
yaitu alur maju dan alur mundur.
Ø Alur maju merupakan peristiwa yang bergerak secara bertahap
berdasarkan urutan kronologis menuju alur cerita.
Ø Alur mundur merupakan rangkaian peristiwa yang terjadi karena
ada kaitannya dengan peristiwa yang sedang berlangsung.
Tahapan alur meliputi pengenalan, penampilan
masalah, pemunculan konflik, puncak ketegangan, peleraian, dan penyelesaian.
4.
Gaya Bahasa
Gaya bahasa merupakan alat utama pengarang untuk
menjelaskan atau menggambarkan serta menghidupkan cerita secara estetika.
Jenis-jenis gaya bahasa antara lain:
Ø Personafikasi : Merupakan gaya bahasa yang medeskripsikan
macam-macam benda mati dengan cara memberikan berbagai macam sifat-sifat
seperti manusia.
Ø Simile (Perumpamaan) : Merupakan suatu gaya bahasa yang mendeskripsikan
sesuatu dengan pengibaratan atau perumpamaan.
Ø Hiperbola : Merupakan suatu gaya bahasa yang mendeskripsikan
sesuatu dengan cara berlebihan dengan maksud memberikan efek yang berlebihan.
5.
Latar atau Setting
Latar merupakan penggambaran terjadinya suatu
peristiwa dalam sebuah cerita meliputi waktu, tempat, dan suasananya.
6.
Sudut Pandang
Sudut pandang merupakan penempatan diri pengarang
dan juga cara pengarang dalam melihat berbagai macam kejadian atau peristiwa
dalam cerita yang di paparkannya kepada para pembaca.
sudut Pandang ada tiga macam, yaitu:
Ø Sudut pandang orang pertama, ialah pengarang menampilkan tokoh dalam
ceritanya menggunakan kata pertama seperti aku, saya.
Ø Sudut pandang orang ketiga ialah
pengarang menampilkan tokoh dengan menggunakan orang ketiga, seperti ia, dia,
atau nama orang lain.
Ø Sudut pandang orang ketiga serba tahu,yaitu
pengarang seolah-olah serba tahu sehingga pengarang dapat mengemukakan segala tingkah
laku dan pikiran semua tokoh.
7.
Amanat
Amanat merupakan pesan moral yang mengandung nilai-nilai
kebaikan yang disampaikan melalui cerita dalam sebuah novel.
B. Unsur Ekstrinsik
Novel
Unsur ekstrinsik adalah unsur yang membangun dari
luar sebuah karya sastra. Penyajian sebuah cerita biasanya akan dipengaruhi
oleh kehidupan penulisanya. Seperti sejarah atau biografi pengarang, situasi
atau kondisi kehidupan pengarang.
5.
Nilai-Nilai dalam Novel
Dalam
sebuah karya sastra mengandung nilai-nilai yang dapat disisipkan oleh
pengarangnya. Nilai-nilai itu antara lainnya adalah :
- Nilai moral, yaitu nilai yang berkaitan
dengan akhlak atau kepribadian seseorang. Entah itu baik ataupun buruk.
- Nilai sosial,
yaitu
nilai yang berkaitan dengan norma-norma yang terdapat dalam kehidupan
bermasyarakat.
- Nilai budaya, yaitu konsep masalah dasar yang
sangat penting dan mempunyai nilai dalam kehidupan manusia.
- Nilai estetika, yaitu nilai yang berkaitan
dengan seni dan estetika dalam sebuah karya sastra.
6.
Kaidah Kebahasaan dalam Novel
Kaidah kebahasaan
yang digunakan dalam novel adalah sebagai berikut:
Ø Berusaha menghidupkan perasaan atau
menggugah emosi pembacanya.
Ø Biasanya berbentuk tulisan ilmiah dan
ilmiah populer, laporan, artikel, feature, skripsi, tesis, disertasi, makalah,
dan sebagainya.
Ø Dipengaruhi oleh subjektivitas
pengarangnya.
Ø Karangan nonfiksi berusaha mencapai taraf
obyektivitas yang tinggi, berusaha menarik dan menggugah nalar (pikiran)
pembaca.
Ø Bahasa bermakna denotatif (yaitu makna
sebenarnya) juga konotatif, asosiatif (yaitu makna tidak sebenarnya), ekspresif
(yaitu memberi bayangan suasana pribadi pengarang), sugestif (yaitu bersifat
mempengaruhi pembaca), dan plastis (yaitu bersifat indah untuk menggugah
perasaan pembaca).
Ø Bahasa bersifat denotatif dan menunjuk
pada pengertian yang sudah terbatas sehingga tidak bermakna ganda.
Ø Melibatkan gaya bahasa ironi atau
sindirian, yang dikatakan kebalikan dari apa yang sebenarnya,contoh: Lekas
betul abang pulang baru saja sudah jam 1 malam
Ø Melibatkan gaya bahasa sinisme, sindiran
yang lebih kasar dari ironi untuk mencemooh, contoh: Bersih benar badanmu nak,
kata ibu kepada anaknya yang baru main seharian
Ø Melibatkan gaya bahasa sarkasme, Sindiran
yang sangat tajam dan kasar hingga kadang-kadang menyakitkan hati, contoh: Hai
binatang enyah kau dari sini.
Tidak ada komentar