Jumat, 24 April 2020
Kamis, 23 April 2020
Minggu, 12 April 2020
Rabu, 08 April 2020
PUISI │ NASIB
NASIB
Kita harus sehati
Kita harus seiya
Kita harus senasib
Kita harus seiya
Kita harus senasib
Karena nasib kita berasap
Karena asap udara tak sedap
Karena udara menjadi kabut
Karena kabut mata pun rabun
Karena asap udara tak sedap
Karena udara menjadi kabut
Karena kabut mata pun rabun
Entah itu rabun senja
Rabun malam
Rabun pagi
Rabun siang
Rabun malam
Rabun pagi
Rabun siang
Apalah namanya sekarang?
Hidup bisa sekarat
Karena lahan turut dibabat
Dijadikan lahan sawit
Demi terkumpulnya duit
Hidup sekali
Tapi mati berkali kali
Hari ini sesak di dada
Besok nyeri di mata
Lusa hidung meleleh
Minggu selanjutnya menunggu waktu terakhir
Senin, 06 April 2020
PUISI │ SAHABAT
SAHABAT
Selamat bermimpi
Namun jika tidak memiliki mimpi
Setidaknya memiliki cita cita
Namun jika tidak memiliki cita cita
Setidaknya memiliki harapan
Namun jika tidak memiliki harapan
Paling tidak memiliki tempat untuk bersandar
Berpijaklah dengan kaki yang kokoh
Raihlah dengan tangan yang kekar
Jalani hidup dengan hati lembut
Seribu badai akan binasa dengan niat yang lurus
Namun jika tidak memiliki mimpi
Setidaknya memiliki cita cita
Namun jika tidak memiliki cita cita
Setidaknya memiliki harapan
Namun jika tidak memiliki harapan
Paling tidak memiliki tempat untuk bersandar
Berpijaklah dengan kaki yang kokoh
Raihlah dengan tangan yang kekar
Jalani hidup dengan hati lembut
Seribu badai akan binasa dengan niat yang lurus
Kaburkan semua dosa!
Kaburkan semua fitnah!
Kaburkan segala yang menjadi noda dalam hati
Kaburkan semua fitnah!
Kaburkan segala yang menjadi noda dalam hati
Sahabat!
Berserahlah kepada yang Esa
Bersimpuhlah kepada yang Maha Pemaaf
Memohonlah kepada yang Maha Kaya
Sucikan dhahir dan batin.
Berserahlah kepada yang Esa
Bersimpuhlah kepada yang Maha Pemaaf
Memohonlah kepada yang Maha Kaya
Sucikan dhahir dan batin.
by. abah_ary_19082019
Sabtu, 04 April 2020
PUISI │ SENJA
SENJA
Hari sudah senja
Mentari mulai enggan tersenyum
Awan merah mulai memudar
Terkikis oleh awan hitam yang nakal
Mentari mulai enggan tersenyum
Awan merah mulai memudar
Terkikis oleh awan hitam yang nakal
Malam berjalan menuju gelap
Menutupi bingkai bayang bayang kehidupan
Sedikit demi sedikit meredup
Seolah tak mengenal di sekitarnya
Menutupi bingkai bayang bayang kehidupan
Sedikit demi sedikit meredup
Seolah tak mengenal di sekitarnya
Sunyi dan hening
Jangkrik jangkrik mulai berbaris
Satu persatu mengeluarkan nada dasar
Namun tak begitu riuh
Jangkrik jangkrik mulai berbaris
Satu persatu mengeluarkan nada dasar
Namun tak begitu riuh
Satu persatu lampu jalanan mulai menyapa
Keramahan terpancar tiada beban
Memberi aroma para insani
Seolah membius kehidupan baru
Keramahan terpancar tiada beban
Memberi aroma para insani
Seolah membius kehidupan baru
PUISI │ KISAH
KISAH
Perjalanan hidup melelahkan
Perjalanan tanpa arah
Perjalanan memberi arti
Dalam sebuah kisah tanpa tokoh
Hati membeku laksana debu
Hati melepuh laksana embun
Hati terbelah laksana sungai mengering
Tiada air hanya bebatuan yang berbaris
Sepanjang mata memandang
Langkah semakin pendek
Usia semakin dekat
Tubuh kekar mulai terkulai
Mata semakin layu untuk memandang
Telinga semakin jauh untuk mendengar Tangan mulai tak kuasa untuk menggapai
Cita cita hanyalah ilusi
Angan kosong tak mampu berontak
Tangisan mulai mengendor
Kerongkongan tak kuasa menjerit
Seperti dulu.
Kala itu masa kejayaan
Masa itu lupa siapa diri
Tak pernah menoleh apalagi
Berbagi cerita suka
Kini duka senantiasa menyelimuti tubuh
Dan hati yang sedang sekarat
Menuggu di ujung jalan.
Angan kosong tak mampu berontak
Tangisan mulai mengendor
Kerongkongan tak kuasa menjerit
Seperti dulu.
Kala itu masa kejayaan
Masa itu lupa siapa diri
Tak pernah menoleh apalagi
Berbagi cerita suka
Kini duka senantiasa menyelimuti tubuh
Dan hati yang sedang sekarat
Menuggu di ujung jalan.
PUISI │ REMBULAN
Rembulan
by:abah_ary_2019
by:abah_ary_2019
Wajah rembulan penuh pesona
Terbalut anggun paras ayumu
Menabur senyum sepanjang jalan
Di atas dua baris kereta pendek
Menelusuri rel kelopak lentik
Menari nari di atas bola indahmu
Terbalut anggun paras ayumu
Menabur senyum sepanjang jalan
Di atas dua baris kereta pendek
Menelusuri rel kelopak lentik
Menari nari di atas bola indahmu
Bibir putihmu teramat indah
Di antara pipi ranum
Mengembang saat bibir
Menabur senyum
Mematahkan hati
Di antara pipi ranum
Mengembang saat bibir
Menabur senyum
Mematahkan hati
Jumat, 03 April 2020
Kamis, 02 April 2020
ARTIKEL │ RPP
Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP)
Suatu kegiatan pembelajaran, diperlukan
sebuah rencana agar pembelajaran tersebut dapat berjalan dengan baik. Berikut
dijelaKIan beberapa hal mengenai RPP.
Definisi RPP
Rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP) adalah rencana
yang menggambarkan prosedur dan pengorganisasian pembelajaran untuk mencapai
satu kompetensi dasar yang ditetapkan dalam Standar Isi dan dijabarkan dalam
silabus (Kunandar, 2011: 263).
Berdasarkan Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor
19 Tahun 2005 Pasal 20 dinyatakan bahwa “Perencanaan proses pembelajaran
meliputi silabus dan rencana pembelajaran yang memuat sekurang-kurangnya tujuan
pembelajaran, sumber belajar, dan penilaian hasil belajar ”. Menurut
Permendiknas Nomor 41 Tahun 2007, komponen RPP adalah: Identitas mata
pelajaran, standar kompetensi, kompetensi dasar, indikator pencapaian
kompetensi, tujuan pembelajaran, materi ajar, alokasi waktu, metode
pembelajaran, kegiatan pembelajaran, penilaian hasil belajar, dan sumber
belajar.
Tujuan dan Fungsi RPP
Tujuan rencana pelaksanaan pembelajaran adalah untuk: (1)
mempermudah, memperlancar dan meningkatkan hasil proses belajar-mengajar; (2)
dengan menyusun rencana pembelajaran secara profesional, sistematis dan berdaya
guna, maka guru akan mampu melihat, mengamati, menganalisis, dan memprediksi
program pembelajaran sebagai kerangka kerja yang logis dan terencana (Kunandar,
2011: 264).
Fungsi rencana pembelajaran adalah sebagai acuan bagi
guru untuk melaksanakan kegiatan belajar-mengajar (kegiatan pembelajaran) agar
lebih terarah dan berjalan secara efektif dan efisien (Kunandar, 2011: 264).
Unsur-Unsur yang Perlu Diperhatikan dalam Penyusunan RPP
1. mengacu pada
kompetensi dan kemampuan dasar yang harus dikuasai siswa, serta materi dan
submateri pembelajaran, pengalaman belajar yang telah dikembangkan di dalam
silabus;
2.
menggunakan berbagai pendekatan yang sesuai
dengan materi yang memberikan kecakapan hidup (life
KIills) sesuai dengan permasalahan dan lingkungan sehari-hari;
3.
menggunakan metode dan media yang sesuai, yang mendekatkan siswa dengan
pengalaman langsung;
4. penilaian dengan
sistem pengujian menyeluruh dan berkelanjutan didasarkan pada sistem pengujian
yang dikembangkan selaras dengan pengembangan silabus (Kunandar, 2011: 265).
Langkah-langkah menyusun RPP (Permendiknas Nomor 41 Tahun 2007):
1.
MenuliKIan Identitas Mata
Pelajaran, yang meliputi:
sekolah; mata pelajaran; tema; kelas/semester; alokasi waktu.
2.
MenuliKIan Standar Kompetensi. KI merupakan kualifikasi kemampuan
minimal siswa yang menggambarkan penguasaan pengetahuan, sikap, dan
keterampilan yang diharapkan dicapai pada suatu mata pelajaran.
3.
MenuliKIan Kompetensi Dasar. KD adalah sejumlah kemampuan yang
harus dikuasai peserta didik dalam mata pelajaran tertentu sebagai rujukan
penyusunan indikator kompetensi.
4.
MenuliKIan Indikator Pencapaian
Kompetensi. Indikator
kompetensi adalah perilaku yang dapat diukur dan/atau diobservasi untuk
menunjukkan ketercapaian kompetensi dasar tertentu yang menjadi acuan penilaian
mata pelajaran.
5.
MerumuKIan Tujuan Pembelajaran. Tujuan pembelajaran menggambarkan
proses dan hasil belajar yang diharapkan dicapai oleh siswa sesuai dengan
kompetensi dasar. Tujuan pembelajaran dibuat berdasarkan KI, KD, dan Indikator
yang telah ditentukan.
6.
Materi Ajar. Materi ajar memuat fakta, konsep,
prinsip, dan prosedur yang relevan, dan ditulis dalam bentuk peta konsep sesuai
dengan rumusan indikator pencapaian kompetensi.
7.
Alokasi Waktu. Alokasi waktu ditentukan sesuai
dengan keperluan untuk pencapaian KD dan beban belajar.
8.
Menentukan metode pembelajaran. Metode pembelajaran digunakan oleh
guru untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar siswa
mencapai KD atau indikator yang telah ditetapkan.
9.
Penilaian Hasil Belajar. Prosedur dan instrumen penilaian
hasil belajar disesuaikan dengan indikator pencapaian kompetensi dan mengacu
kepada standar penilaian.
10. Menentukan Media/Alat/Bahan/Sumber Belajar. Penentuan sumber belajar didasarkan
pada KI dan KD, serta materi ajar, kegiatan pembelajaran, dan indikator
pencapaian kompetensi.
11.
MerumuKIan kegiatan pembelajaran seperti di bawah ini
a) Pendahuluan. Pendahuluan merupakan kegiatan awal dalam suatu
pertemuan pembelajaran yang ditujukan untuk membangkitkan motivasi dan memfokuKIan
perhatian peserta didik untuk berpartisipasi aktif dalam proses pembelajaran.
b) Inti. Kegiatan inti merupakan proses pembelajaran untuk mencapai KD. Kegiatan pembelajaran dilakukan secara interaktif, inspiratif, menyenangkan, menantang, memotivasi peserta didik untuk berpartisipasi aktif, serta memberikan ruang yang cukup bagi kreativitas, dan kemandirian sesuai dengan bakat, minat, dan perkembangan fisik serta psikologis siswa. Kegiatan inti ini dilakukan secara sistematis dan sistemik melalui proses eksplorasi, elaborasi, dan konfirmasi. Menurut Nursyam (2009: 1), eksplorasi adalah kegiatan pembelajaran yang didesain agar tercipta suasana kondusif yang memungkinkan siswa dapat melakukan aktivitas fisik yang memaksimalkan penggunaan panca indera dengan berbagai cara, media, dan pengalaman yang bermakna dalam menemukan ide, gagasan, konsep, dan/atau prinsip sesuai dengan kompetensi mata pelajaran. Elaborasi adalah kegiatan pembelajaran yang memberikan kesempatan peserta didik mengembangkan ide, gagasan, dan kreasi dalam mengekspresikan konsepsi kognitif melalui berbagai cara baik lisan maupun tulisan sehingga timbul kepercayaan diri yang tinggi tentang kemampuan dan eksistensi dirinya. Konfirmasi adalah kegiatan pembelajaran yang diperlukan agar konsepsi kognitif yang dikonstruksi dalam kegiatan eksplorasi dan elaborasi dapat diyakinkan dan diperkuat sehingga timbul motivasi yang tinggi untuk mengembangkan kegiatan eksplorasi dan elaborasi lebih lanjut.
b) Inti. Kegiatan inti merupakan proses pembelajaran untuk mencapai KD. Kegiatan pembelajaran dilakukan secara interaktif, inspiratif, menyenangkan, menantang, memotivasi peserta didik untuk berpartisipasi aktif, serta memberikan ruang yang cukup bagi kreativitas, dan kemandirian sesuai dengan bakat, minat, dan perkembangan fisik serta psikologis siswa. Kegiatan inti ini dilakukan secara sistematis dan sistemik melalui proses eksplorasi, elaborasi, dan konfirmasi. Menurut Nursyam (2009: 1), eksplorasi adalah kegiatan pembelajaran yang didesain agar tercipta suasana kondusif yang memungkinkan siswa dapat melakukan aktivitas fisik yang memaksimalkan penggunaan panca indera dengan berbagai cara, media, dan pengalaman yang bermakna dalam menemukan ide, gagasan, konsep, dan/atau prinsip sesuai dengan kompetensi mata pelajaran. Elaborasi adalah kegiatan pembelajaran yang memberikan kesempatan peserta didik mengembangkan ide, gagasan, dan kreasi dalam mengekspresikan konsepsi kognitif melalui berbagai cara baik lisan maupun tulisan sehingga timbul kepercayaan diri yang tinggi tentang kemampuan dan eksistensi dirinya. Konfirmasi adalah kegiatan pembelajaran yang diperlukan agar konsepsi kognitif yang dikonstruksi dalam kegiatan eksplorasi dan elaborasi dapat diyakinkan dan diperkuat sehingga timbul motivasi yang tinggi untuk mengembangkan kegiatan eksplorasi dan elaborasi lebih lanjut.
c) Penutup. Penutup merupakan kegiatan yang dilakukan untuk mengakhiri
aktivitas pembelajaran yang dapat dilakukan dalam bentuk rangkuman/kesimpulan,
penilaian dan refleksi, umpan balik, dan tindak lanjut.
Pedoman Pada Prinsip Pengembangan RPP
Menurut Trianto (2010: 108), secara umum dalam
mengembangkan RPP harus berpedoman pada prinsip pengembangan RPP, yaitu sebagai
berikut:
1) Kompetensi yang direncanakan dalam RPP harus jelas,
konkret, dan mudah dipahami.
2) RPP harus sederhana dan fleksibel.
3) RPP yang dikembangkan sifatnya menyeluruh, utuh, dan jelas pencapaiannya.
4) Harus koordinasi dengan komponen pelaksana program sekolah, agar tidak mengganggu jam pelajaran yang lain.
2) RPP harus sederhana dan fleksibel.
3) RPP yang dikembangkan sifatnya menyeluruh, utuh, dan jelas pencapaiannya.
4) Harus koordinasi dengan komponen pelaksana program sekolah, agar tidak mengganggu jam pelajaran yang lain.
10 Prinsip Penyusunan RPP
Pertama, setiap RPP harus secara utuh memuat kompetensi dasar sikap spiritual
(KD dari KI-1), sosial (KD dari KI-2), pengetahuan (KD dari KI-3), dan
keterampilan (KD dari KI-4).
Kedua, satu RPP dapat dilaksanakan dalam satu kali pertemuan atau lebih.
Ketiga, memperhatikan perbedaan individu peserta didik. RPP disusun dengan
memperhatikan perbedaan kemampuan awal, tingkat intelektual, minat, motivasi
belajar, bakat, potensi, kemampuan sosial, emosi, gaya belajar, kebutuhan
khusus, kecepatan belajar, latar belakang budaya, norma, nilai, dan/atau
lingkungan peserta didik.
Keempat, berpusat pada peserta didik. Proses pembelajaran dirancang dengan berpusat
pada peserta didik untuk mendorong motivasi, minat, kreativitas, inisiatif,
inspirasi, kemandirian, dan semangat belajar, menggunakan pendekatan saintifik
meliputi mengamati, menanya, mengumpulkan informasi, menalar/mengasosiasi, dan
mengomunikasikan.
Kelima, berbasis konteks. Proses pembelajaran yang menjadikan lingkungan
sekitarnya sebagai sumber belajar.
Keenam, berorientasi kekinian. Pembelajaran yang berorientasi pada
pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, dan nilai-nilai kehidupan masa
kini.
Ketujuh, mengembangkan kemandirian belajar. Pembelajaran yang memfasilitasi
peserta didik untuk belajar secara mandiri.
Kedelapan, memberikan umpan balik dan tindak lanjut pembelajaran. RPP memuat
rancangan program pemberian umpan balik positif, penguatan, pengayaan, dan
remedi.
Kesembilan, memiliki keterkaitan dan keterpaduan antarkompetensi
dan/atau antarmuatan. RPP disusun dengan memperhatikan keterkaitan dan
keterpaduan antara KI, KD, indikator pencapaian kompetensi, materi
pembelajaran, kegiatan pembelajaran, penilaian, dan sumber belajar dalam satu
keutuhan pengalaman belajar. RPP disusun dengan mengakomodasikan pembelajaran
tematik, keterpaduan lintas mata pelajaran, lintas aspek belajar, dan keragaman
budaya.
Kesepuluh, memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi RPP disusun dengan
mempertimbangkan penerapan teknologi informasi dan komunikasi secara
terintegrasi, sistematis, dan efektif sesuai dengan situasi dan kondisi.
Berikut contoh RPP, silakan di DOWNLOAD
Rabu, 01 April 2020
ARTIKEL │ KETUNTASAN BELAJAR MINIMAL
Kriteria Belajar Minimal (KBM)
dalam Kurikulum
2013
Sahabat
semuanya kali iniakan berbagi tentang Kriteria Belajar Minimal Dalam Kurikulum 2013. Sebagai penambah
ilemu pengetahuan dan untuk diketahui dan dilaksanakan oleh para pengemban
pendidikan, supaya memahami apa itu KBM.
1.
Aspek karakteristik materi/kompetensi yaitu memperhatikan kompleksitas
KD dengan mencermati kata kerja yang terdapat pada KD tersebut dan berdasarkan
data empiris dari pengalaman guru dalam membelajarkan KD tersebut pada waktu
sebelumnya. Semakin tinggi aspek kompleksitas materi/kompetensi, semakin
menantang guru untuk meningkatkan kompetensinya.
2.
Aspek intake yaitu memperhatikan kualitas peserta didik yang dapat
diidentifikasi antara lain berdasarkan hasil ujian jenjang sebelumnya, hasil
tes awal yang dilakukan oleh sekolah, atau nilai rapor sebelumnya.
Semakin tinggi aspek intake, semakin tinggi pula nilai KBMnya.
3.
Aspek guru dan daya dukung antara lain memperhatikan ketersediaan guru,
kesesuaian latar belakang pendidikan guru dengan mata pelajaran yang diampu,
kompetensi guru (misalnya hasil Uji Kompetensi Guru), rasio jumlah peserta
didik dalam satu kelas, sarana prasarana pembelajaran, dukungan dana, dan
kebijakan sekolah. Semakin tinggi aspek guru dan daya dukung, semakin tinggi
pula nilai KBMnya.
Dalam menetapkan KBM, satuan pendidikan harus
merumuskannya secara bersama-sama kepala sekolah, pendidik, dan tenaga
kependidikan lainnya. KBM dicantumkan dalam Dokumen I KTSP dan bersifat
dinamis, artinya memungkinkan mengalami perubahan sesuai dengan
perkembangan proses pembelajaran. KBM dituliskan dalam bentuk angka (bilangan
bulat) dengan rentang 0 – 100. Dengan demikian, penentuan KBM muatan pelajaran
merupakan kewenangan pendidik yang disetujui di tingkat Satuan Pendidikan
melalui rapat dewan guru.
KBM
dapat dibuat berbeda untuk setiap mata pelajaran dan dapat juga dibuat sama
untuk semua mata pelajaran pada suatu sekolah. Apabila sekolah menentukan KBM
yang berbeda untuk setiap mata pelajaran, sekolah harus mempertimbangkan
panjang interval setiap mata pelajaran. KBM yang berbeda akan mengakibatkan
interval predikat dan penentuan predikat yang berbeda. Misalnya, muatan
pelajaran dengan KBM 75 maka predikat C (Cukup) dimulai dari nilai 75,
sedangkan KBM 60 maka predikat C (Cukup) dimulai dari nilai 60.
Hal
ini berimplikasi antara lain pada format dan pengisisan rapor. Apabila sekolah
menentukan KBM yang sama untuk semua mata pelajaran, misalnya dengan menjadikan
KBM mata pelajaran paling rendah sebagai KBM satuan pendidikan. Hal ini akan
menyederhanakan penentuan interval predikat serta format dan pengisian rapor.
Nilai KBM ditulis dalam dokumen Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) dan
disosialisasikan kepada semua warga sekolah.
Silakan di DOWNLOD contoh KBM
ARTIKEL │ PROSEM
PROGRAM SEMESTER
Program
semester adalah program pengajaran yang harus dicapai selama satu semester,
selama periode ini diharapkan para siswa menguasai pengetahuan, sikap dan
keterampilan sebagai satu kesatuan utuh. Program semester dijabarkan dari Garis-Garis Besar Program Pengajaran pada masing-masing
bidang studi/mata pelajaran, di dalamnya terdiri atas: pokok bahasan/ sub-pokok
bahasan, alokasi waktu, dan alokasi pertemuan kapan pokok bahasan/sub-pokok
bahasan tersebut disajikan.
Semester
adalah satuan waktu yang digunakan untuk penyelenggaraan program pendidikan.
Kegiatan yang dilaksanakan untuk penyelenggaraan program pendidikan. Kegiatan
yang dilaksanakan dalam semester itu ialah kegiatan tatap muka, pratikum,
keraja lapangan, mid semester, ujian semester dan berbagai kegiatan lainya yang
diberi penilaian keberhasilan. Satu semester terdiri dari 19 minggu kerja termasuk
penyelenggaraan tatap muka, mid semester dan ujian semester.
Dalam program
pendidikan semester dipakai satuan waktu terkecil, yaitu satuan semester untuk
menyatakan lamanya satu program pendidikan. Masing-masing program semester
sifatnya lengkap dan merupakan satu kebulatan dan berdiri sendiri. Pada setiap
akhir semester segenap bahan kegiatan program semester yang disajikan harus
sudah selesai dilaksanakan dan mahasiswa yang mengambil program tersebut sudah
dapat ditentukan lulus atau tidak.
Program semester
adalah program yang berisikan garis-garis besar mengenai hal-hal yang hendak
dilaksanakan dan dicapai dalam semester tersebut. Program semester merupakan
penjabaran dari program tahunan. Isi dari program semester adalah tentang
bulan, pokok bahasan yang hendak disampaikan, waktu yang direncanakan, dan
keterangan-keterangan.
Komponen-komponen program semester meliputi:
Identitas (satuan pendidikan, mata pelajaran, kelas, semester), standar
kompetensi, kompetensi dasar, materi pokok, kegiatan pembelajaran, indikator,
penilaian (teknik, bentuk instrumen, contoh instrumen), alokasi waktu, sumber
belajar, dan karakter.
Langkah-langkah
penyusunan program semester:
1. Menghitung
jumlah minggu kalender dalam setiap semester.
2. Menghitung
jumlah minggu tidak efektif dalam satu semester.
3. Menghitung
minggu efektif dalam satu semester.
4. Menghitung
jam tidak efektif dalam satu semester.
5. Menghitung
jam efektif dalam satu semester (untuk semua mata pelajaran tematik).
6. Menjabarkan
jam efektif untuk setiap kompetensi dasar.
7. Mengurutkan
kompetensi dasar pada setiap semester.
8. Menuangkan
hasil analisis ke dalam format program semester.
ARTIKEL │ MINGGU EFEKTIF
Rincian Minggu
Efektif Tahun Pelajaran 2019/2020
Bapak dan ibu guru yang mengajar di satuan
pendidikan tingkat Madrasah Aliyah akan disibukkan kembali dengan membuat
perangkat pembelajaran. Salah satunya adalah membuat Rincian Minggu Efektif
atau Analisis Minggu Efektif.
Rincian minggu efektif atau analisis minggu
efektif sangat penting untuk menyusun kegiatan selama satu semester atau satu
tahun pelajaran. Minggu efektif adalah jumlah minggu yang digunakan dalam
kegiatan pembelajaran tiap semester berdasarkan kalender pendidikan.
Setiap semester tentu minggu efektifnya akan berbeda-beda sesuai dengan kalender tahun berjalan.
Setiap semester tentu minggu efektifnya akan berbeda-beda sesuai dengan kalender tahun berjalan.
Cara menghitung minggu efektif sebenarnya
sangat mudah, sebagai contoh dalam setiap awal bulan yakni tanggal 1 akan jatuh
pada hari yang berbeda. Jika dalam satu minggu tersebut memiliki 3 hari atau
lebih hari efektif maka terhitung 1 minggu efektif. Sedangkan untuk minggu yang
kurang dari 3 hari efektif maka tidak dihitung minggu efektif.
Bagi Anda yang membutuhkan Rincian Minggu Efektif atau Analisis Minggu Efektif Tahun Pelajaran 2019/2020
semester ganjil dan semester genap silakan DOWNLOAD
ARTIKEL │ PROTA
Program Tahunan
Program tahunan adalah rencana penetapan alokasi
waktu satu tahun untuk mencapai tujuan (KI dan KD) yang telah ditetapkan.
Penetapan alokasi waktu diperlukan agar seluruh kompetensi dasar yang ada dalam
kurikulum seluruhnya dapat dicapai oleh siswa. Penentuan alokasi waktu
ditentukan pada jumlah jam pelajaran sesuai dengan struktur kurikulum yang
berlaku serta keluasan materi yang harus dikuasai oleh siswa
Program Tahunan merupakan program umum setiap mata
pelajaran untuk setiap kelas, berisi tentang garis-garis besar yang hendak
dicapai dalam satu tahun dan dikembangkan oleh guru mata pelajaran yang
bersangkutan program ini perlu dipersiapkan dan dikembangkan oleh guru sebelum
tahun pelajaran dimulai , karena merupakan pedoman bagi pengembangan
program-progran berikutnya, yakni program semester, mingguan dan harian serta
pembuatan silabus dan sistem penilaian komponen-komponen program tahunan
meliputi identifikasi(satuan pendidikan,mata pelajaran, tahun pelajaran)
standart kompetensi , kompetensi dasar , alokasi waktu dan keterangan.
Program Tahunan merupakan program umum setiap mata
pelajaran untuk setiap kelas yang dikembangkan oleh guru mata pelajaran yang
bersangkutan program ini telah dipersiapkan dan dikembangkan oleh guru mata
pelajaran sebelum tahun ajaran karena merupakan pedoman bagi pengembangan
program-program berikutnya.
Program tahunan merupakan program umum setiap mata
pelajaran untuk setiap kelas, yang dikembangkan oleh guru mata pelajaran yang
bersangkutan sebagai pedoman bagi pengembangan program-program selanjutnya,
seperti program semester, program mingguan, dan program harian atau program
pembelajaran setiap pokok bahasan
Program tahunan memuat penjabaran alokasi waktu
tiap-tiap standar kompetensi dan kompetensi dasar untuk tiap semester dan tiap
kelas selama satu tahun pelajaran. Program tahunan selanjutnya dijabarkan
secara rinci pada program semester. Program tahunan dipersiapkan dan
dikembangkan oleh guru sebelum tahun pelajaran dimulai, karena merupakan pedoman
bagi pengembangan program-program berikutnya. Program tahunan merupakan program
umum setiap mata pelajaran untuk setiap kelas, rang dikembangkan oleh guru mata
pelajaran yang bersangkutan (Mulyana, 2004 : 95).
Contoh Prota Silakan di DOWNLOAD
ARTIKEL │ SILABUS
Definisi dan Prinsip
Pengembangan Silabus
Istilah silabus dapat
didevinisikan sebagai "garis besar, ringkasan, atau pokok-pokok isi atau
materi pelajaran". Silabus digunakan untuk menyebut suatu produk
pengembangan kurikulum berupa penjabaran lebih lanjut dari standart kompetensi
dan kemampuan dasar yang ingin dicapai, dan pokok-pokok serta uraian materi
yang perlu dipelajari siswa dalam mencapai standart kompetensi dan kemampuan
dasar.
Silabus adalah rencana pembelajaran
pada suatu kelompok mata pelajaran dengan tema tertentu, yang mencakup standar
kompetensi, kompetensi dasar, materi pembelajaran, indikator, penilaian,
alokasi waktu, dan sumber belajar yang dikembangkan oleh setiap satuan
pendidikan. Ini juga termasuk kedalam Berkas Administrasi Guru di Sekolah.
Prinsip Pengembangan Silabus diserahkan sepenuhnya
kepada setiap satuan pendidikan, khususnya bagi yang sudah mampu melakukannya.
Oleh karena itu, setiap satuan pendidikan di beri kebebasan dan keleluasaan
dalam mengembangkan silabus sesuai dengan kondisi dan kebutuhan masing-masing.
Agar pengembangan silabus yang dilakukan oleh setiap satuan pendidikan tetap
berada dalam bingkai pengembangankurikulum nasional, maka perlu memerhatikan
prinsip-prinsip pengembangan silabus, yang meliputi :
Ilmiah: Pengembangan silabus berbasis KTSP harus dilakukan dengan prinsip ilmiah, yang mengandung arti bahwa keseluruhan materi dan kegiatan yang menjadi muatan dalam silabus harus benar, logis dan dapat dipertanggung jawabkan secara keilmuan.
Relevan: Cakupan, kedalaman, tingkat kesukaran dan urutan penyajian dalam silabus sesuai atau ada keterkaitan dengan tingkat perkembangan fisik, intelektual, sosial, emosional dan spiritual peserta didik.
Sistematis: Komponen-komponen silabus saling berhubungan secara fungsional dalam mencapai kompetensi.
Konsisten: Adanya hubungan yang konsisten antara kompetensi dasar, indikator, materi pokok, pengalaman belajarr, sumber belajar dan sistem penilaian.
Memadai: Cakupan indikator, materi pokok, pengalaman belajar, sumber belajar dan sistem penilaian cukup untuk menunjang pencapaian kompetensi dasar.
Aktualdan Kontekstual: Cakupan indikator, materi pokok, pengalaman belajar, sumber belajar dan sistem penilaian memerhatikkan perkembangan ilmu, teknologi dan seni mutakhir daalm kehidupan nyata, dan peristiwa yang terjadi.
Fleksibel: Keseluruhan komponen silabus dapat mengakomodasi keragaman peserta didik, pendidik, serta dinamika perubahan yang terjadi di sekolah dan tuntutan masyarakat.
Menyeluruh: Komponen silabus mencakup keseluruhan ranah kompetensi (kognitif, afektif, psikomotor).
Ilmiah: Pengembangan silabus berbasis KTSP harus dilakukan dengan prinsip ilmiah, yang mengandung arti bahwa keseluruhan materi dan kegiatan yang menjadi muatan dalam silabus harus benar, logis dan dapat dipertanggung jawabkan secara keilmuan.
Relevan: Cakupan, kedalaman, tingkat kesukaran dan urutan penyajian dalam silabus sesuai atau ada keterkaitan dengan tingkat perkembangan fisik, intelektual, sosial, emosional dan spiritual peserta didik.
Sistematis: Komponen-komponen silabus saling berhubungan secara fungsional dalam mencapai kompetensi.
Konsisten: Adanya hubungan yang konsisten antara kompetensi dasar, indikator, materi pokok, pengalaman belajarr, sumber belajar dan sistem penilaian.
Memadai: Cakupan indikator, materi pokok, pengalaman belajar, sumber belajar dan sistem penilaian cukup untuk menunjang pencapaian kompetensi dasar.
Aktualdan Kontekstual: Cakupan indikator, materi pokok, pengalaman belajar, sumber belajar dan sistem penilaian memerhatikkan perkembangan ilmu, teknologi dan seni mutakhir daalm kehidupan nyata, dan peristiwa yang terjadi.
Fleksibel: Keseluruhan komponen silabus dapat mengakomodasi keragaman peserta didik, pendidik, serta dinamika perubahan yang terjadi di sekolah dan tuntutan masyarakat.
Menyeluruh: Komponen silabus mencakup keseluruhan ranah kompetensi (kognitif, afektif, psikomotor).
Untuk Silabus Terbaru yang
digunakan saat ini yakni revisi tahun 2017 yang mengedepankan PPK, Literasi,
4C, dan HOTS. itu berlaku untuk jenjang SD, SMP, SMA/MA dan
SMK, tetapi untuk jenjang PAUD/TK/RA masih
menggunakan Silabus Kurikulum 2013 Revisi.
Contoh Silabus MA Kelas XI silakan DOWNLOD
Contoh Silabus MA Kelas XI silakan DOWNLOD
PUISI │ INDONESIA
Merdeka!
Tujuh puluh empat tahun silam
Adalah sejarah perjuangan
Anak anak negeri
Mencari keadilan
Tujuh puluh empat tahun silam
Adalah sejarah perjuangan
Anak anak negeri
Mencari keadilan
Merdeka!
Usia kini mulai senja
Meratapi masa depan penuh asa
Menapaki puing puing referensi sejarah
Yang mulai kelam satu persatu
Usia kini mulai senja
Meratapi masa depan penuh asa
Menapaki puing puing referensi sejarah
Yang mulai kelam satu persatu
Masa kini terkikis jati diri
Merenda titik titik asa menjadi satu
Menapaki jalan yang tak tentu
Melintasi gugusan di antara cita cita
Merenda titik titik asa menjadi satu
Menapaki jalan yang tak tentu
Melintasi gugusan di antara cita cita
Indonesia
Kemerdekaan adalah hasil perjuangan
Anak negeri..!
Adalah tulang punggung masa depan
Bukan candu
Bukan pula boneka
Kemerdekaan adalah hasil perjuangan
Anak negeri..!
Adalah tulang punggung masa depan
Bukan candu
Bukan pula boneka
Indonesia
Rajutlah Bhinneka Tunggal Ika
Rajutlah Bhinneka Tunggal Ika
PUISI │ REFLEKSI DIRI
Kita merasa kecewa atas kekecewaan itu sendiri.
Kita merasa bersalah atas rasa salah itu sendiri.
Kita jadi marah gara gara amarah yang menyulut.
Kita menjadi cemas karena perasaan cemas itu sendiri.
Apa yang salah dengan diri kita?
Itulah yang menjadi sumber kekacauan.
Kita merasa bersalah atas rasa salah itu sendiri.
Kita jadi marah gara gara amarah yang menyulut.
Kita menjadi cemas karena perasaan cemas itu sendiri.
Apa yang salah dengan diri kita?
Itulah yang menjadi sumber kekacauan.






